Disclaimer: Apa yang
tertulis di blog ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Segala bentuk
perbedaan sangat mungkin terjadi karena perubahan-perubahan kebijakan. Untuk
keterangan prosedur, dapat mengunjungi website aplikasi visa AS secara langsung.
Sampailah saat yang paling rumit dalam pengurusan visa,
yaitu memulai aplikasi visa F1. Walaupun aku sudah memperoleh deskripsi
petunjuk dari agency, tetap saja prosesnya membingungkan dan menegangkan.
Karena ini baru kali pertama mendaftar visa ke Amerika, aku tetap googling
sana-sini tentang visa F1 ini dan proses pengisian aplikasinya.
Pertama kali yang aku lakukan adalah membuka website
aplikasi visa non-imigran dan membuat akun pendaftaran dengan mengisi form DS-160
yang telah ditentukan. Sebelum membuat akun, terlebih dahulu memilih tempat
yang akan kita tuju untuk membuat visa. Di Indonesia, kita dapat memilih kota
Jakarta atau Surabaya. Oh iya, untuk pengisian aplikasi ini, gunakan tanda anak
panah untuk memilih, jangan pernah mengetik di kolom isian. Aku ketika itu
memilih untuk membuat visa di Jakarta. Kemudian isikan kode captcha pada kolom
yang disediakan. Ada pilihan tes kualitas foto, kalau kalian sudah punya foto
yang sesuai persyaratan, bisa coba unggah foto apakah bisa diterima atau tidak.
Berdasarkan pengalamanku, aku tidak mengunggah foto terlebih dahulu. Karena
foto ini baru akan diminta di bagian hamper akhir pengisian form. Setelah
megisi kode captcha, pilih start an application. Kemudian kalian akan menemui
halaman yang berisi ID aplikasi dan pertanyaan keamanan. Jangan lupa, simpan ID
aplikasi ini dan jawaban pertanyaan keamanan agar nanti ketika kalian dalam
mengisi form belum selesai bisa masuk lagi dengan mengisi kode tersebut dan
menjawab pertanyaan keamanan tersebut.
Ingat yaa…dalam
pengisian formulir ini, jangan sampai menghabiskan waktu lebih dari 20 menit
(ini berdasarkan informasi dari website kedutaan, tapi kenyataannya seingatku tidak
sampai 20 menit, hehehe). Karena kalau dalam 20 menit tidak ada aktivitas akan
otomatis logout. Termasuk dalam pengisian pertanyaan keamanan. Tips: setelah
berhasil start application, klik print application ID, save as pdf lalu segera
isikan pertanyaan keamanan di bawah, kemudian klik continue.
Selanjutnya, mengisi data diri mulai dari data personal,
alamat, paspor, pengalaman travel, dan sebagainya. Pengisian formulir ini
adalah bertahap dan tidak bisa dilompat, kecuali kalau kita sudah mengisi tahap
sebelumnya. Dalam mengisi form ini harus hati-hati, apalagi seperti aku yang
baru pertama kali mendaftar. Untungnya, aku memperoleh contoh form DS-160 yang
telah diisi. Meskipun pada akhirnya juga terdapat perbedaan kolom isian.
Tips:
- Ketika meulis nomor paspor, TIDAK ADA SPASI antara huruf dengan angka. Contoh yang benar: R000000. Contoh yang salah: R 000000
- Selalu gunakan menu dropdown atau anak panah untuk penulisan kota dimana paspor diterbitkan secara lengkap/benar, seperti yang tertulis di dalam paspor, contoh: Jakarta Pusat atau Soekarno Hatta, BUKAN Jakarta
- Pilih jenis visa yang sesuai/benar, contohnya aku memilih F1 untuk pelajar
- Kalau pernah ditolak dalam pengajuan visa, kita harus menulisnya
- Isi semua kolom yang sesuai dengan jujur.
Sedikit catatan ya, akan ada perbedaan kolom isian antara
pelamar laki-laki dan perempuan. Nah ini yang sempat membuatku galau karena
takut kalau cara mengisi formulirku salah. Kan sayang banget kalau aplikasi
kita ditolak hanya karena salah pengisian formulir. Ternyata, untuk pelamar
laki-laki, kolom isian akan lebih banyak di section Work/Education/Training
information. Setelah googling dan tanya sana-sini, akhirnya aku mantap kalau
memang dalam pengisian form tersebut memang sudah benar. Dengan catatan, isi
semua form yang ada/muncul di setiap halaman sesuai dengan keadaan kita.
Pengisian formulir inilah yang paling banyak menguras
tenaga, pikiran, dan waktu. Kalau perlu, sediakan dokumen-dokumen yang penting
agar dalam pengisian, kita tidak perlu mengobrak-abrik file atau dokumen di
lemari, termasuk foto terbaru yang sesuai persyaratan. Setelah pengisian sampai
form terakhir atau unggah foto, kemudian aku review lagi formulir yang sudah
kuisi. Teliti satu per satu agar jangan sampai ada kesalahan. Setelah yakin, simpan
dalam computer kita, baru disubmit. Nah setelah di submit, akan muncul halaman
konfirmasi yang aisinya ringkasan data diri, foto, dan barcode alfanumerik. Cetak
form ini karena nantinya akan diminta pada saat wawancara.
Tips: pastikan komputer
terhubung dengan printer ketika submit formulir. Pastikan printernya
berkualitas bagus, sehingga keterangan dan barcodenya bisa terbaca.
Pengisian DS-160 ini memang sangat butuh ketelitian, namun
kita bisa menyimpan setiap form yang telah diisi dan kita bisa melanjutkan
pengisian setelah logout dengan memulai langkah seperti di awal artikel,
kemudian memilih menu “retrieve an application”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar