Selasa, 18 Desember 2018

Kuliah di Amerika: Pengalamanku membuat visa F1 student part 3 (Membayar Visa Fee dan Membuat Appointment)


Disclaimer: Apa yang tertulis di blog ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Segala bentuk perbedaan sangat mungkin terjadi karena perubahan-perubahan kebijakan. Untuk keterangan prosedur, dapat mengunjungi website kedutaan AS secara langsung.


Di artikel sebelumnya, langkah pertama yang aku lakukan dalam membuat visa itu bukan melakukan pembayaran, tapi mengisi form DS-160. Kenapa? Karena untuk melakukan pembayaran itu prosesnya juga ribet. Aku harus mengisi data diri bla bla bla dan ada kolom DS-160 Confirmation number, di mana nomor ini didapat pada saat mengisi form DS-160. Nah lho… bingung kan?! Makanya aku putuskan untuk mengisi form terlebih dahulu.


Langkah pertama sebelum membayar adalah membuat akun terlebih dahulu di website ini. Setelah membuat akun, aku login untuk mengisi data diri yang diperlukan. Ada beberapa poin yang harus diisi, di antaranya:
  • Jenis visa. Karena aku statusnya adalah F1 student, jadi aku pilih non immigrant. Untuk lebih jelasnya mana saja yang termasuk immigrant atau non immigrant visa, kalian bisa mengecek di sini.
  • Lokasi pembuatan visa. Ini adalah lokasi di mana aku akan melakukan wawancara. Ada dua pilihan Surabaya dan Jakarta. Aku saat itu memilih Jakarta karena dekat dengan kota tempat tinggalku.
  • Kategori visa. Aku memilih visa studi/pertukaran.
  • Visa class jelas F1. Karena aku membuat visa untuk diriku sendiri. Kalau seumpama visa untuk pasangan atau anak, yang dipilih adalah F2. Sesuaikan saja dengan kelas visa kita.
  • Pada halaman berikutnya, aku harus mengisi data diri sesuai paspor dan termasuk DS-160 confirmation number seperti gambar di bawah ini.




Setelah itu, muncul pilihan metode pembayaran. Aku pilih cash karena tidak mengerti juga metode pembayaran yang lain. Hehehe…. Saat konfirmasi, kemudian muncul receipt atau form pembayaran yang harus dibawa ke bank. Pada form tersebut tertulis cara melakukan pembayaran dan masa berlaku receipt. Lho ada masa berlakunya? Iya, ada batas waktu pembayaran. Kalau sudah lewat batas pembayaran, bank tidak akan menerima dan kita harus mendaftar lagi lewat website. Nah pengisian form di website ini berhenti sementara di sini. Aku harus ke bank dulu dan menunggu konfirmasi pembayaran paling tidak 1x24 jam.

 
Gambar pilihan metode pembayaran.



Gambar contoh form pembayaran

Pembayaran visa F1 waktu itu USD 160 atau masih Rp 2.240.000,- (karena pakai rate USD 1 sama dengan Rp 14.000,- jadi menyesuaikan nilai tukar rupiah) dan harus dibayar di bank CIMB Niaga. Untung saja, di kotaku yang tergolong kecil ini ada bank CIMB. Ternyata, sepertinya aku adalah orang pertama yang membayar visa US lewat bank CIMB di kota ini. Kenapa? Karena aku tanya prosedurnya, mereka (pihak bank) juga masih bingung, sampai harus tanya ke pegawai yang
ada di dalam. Ah sudahlah…



Setelah membayar, aku diberitahu petugas bank kalau harus menunggu paling tidak 1x24 jam di US. Ingat, waktu US yaa… jadi bukan 1x24 jam di Indonesia. Petugas tersebut berpesan, setelah 1x24 jam aku baru bisa konfirmasi pembayaran di website untuk penjadwalan wawancara. Aku kemudian mengisi konfirmasi pembayaran setelah kira-kira sudah lebih dari 1x24 jam. 

Gambar contoh kolom konfirmasi pembayaran


Setelah mengisi kolom receipt number, barulah aku bisa memilih tanggal untuk wawancara. Aku waktu itu memilih jam 10 pagi, harinya lupa. Tak lupa, cetak bukti konfirmasi jadwal wawancaranya karena itu yang paling penting. Bismillah…saatnya mempersiapkan wawancara yang katanya menegangkan. See you in the next article yaa….

Tidak ada komentar: