Sabtu, 08 Desember 2018

Kuliah di Amerika: Pengalamanku membuat visa F1 student part 1

Dari judulnya saja berseri, pasti ceritanya bakalan panjang. Hehehe…. Anyway, setelah mendapatkan offer letter alias LoA dari salah satu universitas di US, langkah selanjutnya adalah menunggu. Lho, menunggu apa ya? Begini ceritanya….


Setelah mendapatkan LoA itu, aku mendapatkan yang namanya offer letter yang lebih detail. Isinya adalah ucapan selamat, leaflet tentang keunggulan universitas, persyaratan dokumen, daaan… rincian biaya kuliah plus deposit yang harus dibayar. Nah, offer letter ini harus ditandatangani olehku untuk penerbitan I-20. Karena aku adalah sponsored student, jadi aku harus melampirkan surat keterangan sponsorship agar tidak perlu membayar deposit. Setelah offer letter aku tanda tangan kemudian dikirimkan kembali ke pihak universitas via email. Selang beberapa hari, aku mendapat pemberitahuan kalua I-20 ku sedang dalam proses pengiriman. I-20 adalah Certificate of Eligibility for Nonimigrant Student Status. Jadi itu adalah bukti legal kita untuk bisa apply visa ke US sebagai student.


Tiga hari dari sejak pemberitahuan lewat email, I-20 ku datang. Kirain cuma selembar surat gitu, eh tapi ternyata satu paket amplop tebal. Isinya booklet, surat pemberitahuan dari universitas, I-20, surat permohonan ke consular untuk menerbitkan visa, tips dan langkah-langkah yang harus diakukan sebelum membuat visa, dan beberapa souvenir universitas. I-20 harus ditanda tangan juga. Nah di sini, jangan lupa untuk membaca secara detail isi I-20 sebelum tanda tangan. Jangan sampai ada kesalahan identitas dan juga nama sponsor (untuk sponsored student). Setelah dipastikan benar semua, baru aku tanda tangan I-20 tersebut. Di I-20 tersebut, status saya adalah F1 student. Jadi apply visanya nanti adalah visa F1 student visa. Ada beberapa visa student ke US. Pertama, F1 adalah visa untuk student pada umumnya. Kedua, J1 adalah visa pertukaran pelajar (biasanya kalua dapat beasiswa dari pemerintah AS visanya J1). Ketiga, M1 adalah visa untuk vocational study.
Langkah selanjutnya adalah membayar SEVIS I-901. SEVIS kependekan dari Student and Exchange Visitor Information System. Semacam track record sebelum kita masuk ke US. Aku diharuskan membayar sebesar $200. Bayarnya langsung ke website ini. Metode pembayarannya itu ada Western Union dan kartu kredit. Soal pembayaran ini aku juga punya cerita lho. Karena dari pengalaman bayar SEVIS ini, aku jadi tahu agak banyak tentang WU. Kapan-kapan kalau sempat aku tulis pengalamannya yaa…


I-20 sudah di tangan, SEVIS sudah dibayar dan bukti bayarnya sudah disimpan, selanjutnya adalah membuat visa. Pertama kali membuat visa itu cengoh banget deh aku. Bayar dulu apa daftar dulu ya? Karena aku punya pengalaman berbeda dari petunjuk-petunjuk untuk membuat visa yang diberikan oleh agensiku. Penasaran? Simak cerita selanjutnya yaa….. Oh iya, kalau ada pertanyaan seputar I-20 silakan tinggalkan komentar atau kirim ke alamat email saja.



Tidak ada komentar: