Tahukah kalian, meskipun kami sudah pasti dapat beasiswa,
namun kami masih harus mendaftar ke universitas tujuan di luar negeri. Selama
kami pelatihan, di sanalah kami dibantu untuk mendaftar kuliah di luar negeri.
Berdasarkan pengalaman, aku mendaftar ke Colorado
University, Washington State University, University of Melbourne, Oregon State
University, Ehime University, University of Otago, University of Waikato, dan
terakhir ke University of South Florida. Banyak amat yaa?? Wkwkwkwk… Begitulah,
seperti menebar jarring. Tebar jaring yang banyak, berharap ada satu umpan yang
diterima. Harapanku sih pengennya ke US, tapi yang Namanya usah, mau diterima
di manapun ya harus ikhlas menjalani.
Jadi kalo mendaftar itu sebenarnya mudah, yang sulit itu
menyiapkan berkas pendaftarannya (ya iyalah...). Pertama, semua dokumen harus
diterjemahkan ke Bahasa Inggris (Ijazah, traskrip, dll). Beruntung, di tempat
kursus itu menyediakan jasa terjemah, Delapan puluh ribu per halaman. Kedua,
membuat Statement of Purpose (SOP), isinya alas an dan tujuan kenapa memilih
jurusan tertentu di universitas tersebut. Ketiga, Letter of Recommendation, ini
yang bikin susah adalah karena yang memberikan rekomendasi bisa jadi supervisor
ketika skripsi, atasan atau pejabat setingkat eselon II. Tahu sendiri bagaimana
sulitnya menemui Profesor dan pejabat. Bahkan ada rekan yang sampai nyamperin
ke universitas asalnya yang notabene sangat jauh dari Jakarta, ada yang sampai
menunggu berjam-jam sampai tidak hadir di kelas demi sebuah rekomendasi. Selanjutnya
adalah curriculum vitae, buat CV sejelas dan seefektif mungkin. Terakhir yang paling
penting, score TOEFL/IELTS harus memenuhi standar minimal universitas.
Oh iya, kami di sini dipersiapkan untuk program master. Jadi
semua peserta adalah master candidate. Ada baiknya, jika ingin mendaftar master
by research atau thesis, kalian menghubungi calon supervisor jauh-jauh hari.
Berkomunikasi dengan calon profesor akan sangat bermanfaat karena akan menambah
nilai kalian dalam seleksi mahasiswa baru. Bagaimana cara mengetahui calon
supervisor? Just Google it. Di website universitas pasti menyediakan informasi
faculty member dan expertise nya. Jadi, be smart ya.
Setelah melalui perjalanan yang sangat panjang dan penuh
liku-liku (lebay dikit), ternyata rezekiku ada di Florida. Yup, University of
South Florida lah yang menjadi tujuanku melanjutkan studi. Alhamdulillah, Allah
mengabulkan harapanku untuk mencicipi kuliah di US. Sebenarnya, aku juga
mendapatkan Offer Letter dari University of Waikato, New Zealand. Akan tetapi
karena beberapa alasan, offer tersebut tidak aku terima.
Huft…setelah diterima ternyata urusannya lebih rumit lagi. Hahaha…
Dan yang paling hectic adalah membuat visa student ke US. Ingin tahu bagaimana
pengalamanku mendapatkan visa F1? Insya Allah di postingan selanjutnya aku akan
berbagi pengalaman mendapatkan visa student ke US.
Ada pertanyaan khusus pendaftaran ke universitas yang aku sebutkan di atas? Silakan kirim email ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar