Kamis, 27 September 2018

Diary story 4: Mendaftar kuliah di luar negeri

Tahukah kalian, meskipun kami sudah pasti dapat beasiswa, namun kami masih harus mendaftar ke universitas tujuan di luar negeri. Selama kami pelatihan, di sanalah kami dibantu untuk mendaftar kuliah di luar negeri.

Berdasarkan pengalaman, aku mendaftar ke Colorado University, Washington State University, University of Melbourne, Oregon State University, Ehime University, University of Otago, University of Waikato, dan terakhir ke University of South Florida. Banyak amat yaa?? Wkwkwkwk… Begitulah, seperti menebar jarring. Tebar jaring yang banyak, berharap ada satu umpan yang diterima. Harapanku sih pengennya ke US, tapi yang Namanya usah, mau diterima di manapun ya harus ikhlas menjalani.

Jadi kalo mendaftar itu sebenarnya mudah, yang sulit itu menyiapkan berkas pendaftarannya (ya iyalah...). Pertama, semua dokumen harus diterjemahkan ke Bahasa Inggris (Ijazah, traskrip, dll). Beruntung, di tempat kursus itu menyediakan jasa terjemah, Delapan puluh ribu per halaman. Kedua, membuat Statement of Purpose (SOP), isinya alas an dan tujuan kenapa memilih jurusan tertentu di universitas tersebut. Ketiga, Letter of Recommendation, ini yang bikin susah adalah karena yang memberikan rekomendasi bisa jadi supervisor ketika skripsi, atasan atau pejabat setingkat eselon II. Tahu sendiri bagaimana sulitnya menemui Profesor dan pejabat. Bahkan ada rekan yang sampai nyamperin ke universitas asalnya yang notabene sangat jauh dari Jakarta, ada yang sampai menunggu berjam-jam sampai tidak hadir di kelas demi sebuah rekomendasi. Selanjutnya adalah curriculum vitae, buat CV sejelas dan seefektif mungkin. Terakhir yang paling penting, score TOEFL/IELTS harus memenuhi standar minimal universitas.

Oh iya, kami di sini dipersiapkan untuk program master. Jadi semua peserta adalah master candidate. Ada baiknya, jika ingin mendaftar master by research atau thesis, kalian menghubungi calon supervisor jauh-jauh hari. Berkomunikasi dengan calon profesor akan sangat bermanfaat karena akan menambah nilai kalian dalam seleksi mahasiswa baru. Bagaimana cara mengetahui calon supervisor? Just Google it. Di website universitas pasti menyediakan informasi faculty member dan expertise nya. Jadi, be smart ya.

Setelah melalui perjalanan yang sangat panjang dan penuh liku-liku (lebay dikit), ternyata rezekiku ada di Florida. Yup, University of South Florida lah yang menjadi tujuanku melanjutkan studi. Alhamdulillah, Allah mengabulkan harapanku untuk mencicipi kuliah di US. Sebenarnya, aku juga mendapatkan Offer Letter dari University of Waikato, New Zealand. Akan tetapi karena beberapa alasan, offer tersebut tidak aku terima.


Huft…setelah diterima ternyata urusannya lebih rumit lagi. Hahaha… Dan yang paling hectic adalah membuat visa student ke US. Ingin tahu bagaimana pengalamanku mendapatkan visa F1? Insya Allah di postingan selanjutnya aku akan berbagi pengalaman mendapatkan visa student ke US.

Ada pertanyaan khusus pendaftaran ke universitas yang aku sebutkan di atas? Silakan kirim email ya.

Tidak ada komentar: