Tibalah saatnya aku berangkat ke Jakarta untuk persiapan
Bahasa Inggris. You know, setelah konfirmasi kehadiran hari Jumat sore, aku
langsung mencari tahu di mana lokasi kursusnya. Dan aku harus mencari kos-kosan
yang dekat dengan tempat kursus tersebut. Well… aku nemu aplikasi yang
recommended untuk mencari kos-kosan, namanya Mamikos. Aku sempat melihat
beberapa kos-kosan yang dekat dengan tempat kursus. Dari aplikasi itu, aku bisa
membuat janji dengan pemilik kosan untuk bertemu. Di situ juga dijelaskan
dengan lengkap alamat, pemilik, fasilitas, dll.
Oke, balik ke kursus Bahasa ya. Jadi para calon penerima
beasiswa ini harus mengikuti kursus alias pelatihan untuk tes IELTS. Kami
dipersiapkan untuk menghadapi Official Test di akhir program. Jadi di pelatihan
ini, para peserta dibagi dalam beberapa kelas. Setiap hari kami menerima materi
Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Jadwalnya lumayanlah ya, harusnya
pelatihan ini paling tidak harus ditempuh dalam waktu 4 bulan (regular, cmiiw)
tapi ini dipadatkan menjadi dua bulan saja. Jadilah kelas dimulai dari hari Senin
sampai Jumat pukul 08.30 wib s.d 17.00 wib dan hari Sabtu pukul 08.30 wib s.d
13.15 wib.
Pada minggu pertama, masa-masa perkenalan dan kami dibekali
dengan tips dan trik bagaimana menghadapi soal IELTS. Yang paling berkesan
bagiku adalah menghadapi listening, karena kita diharuskan menyimak dan memprediksi
kemungkinan jawaban. Padahal sudah berlatih berkali-kali, tapi tetap saja hasil
listeningku jeblok. Hahaha…
Yang kedua reading. Alamak readingnya itu ngga kira-kira, bisa
sampai 2 halaman boo… Meskipun demikian, ada lho triknya supaya bisa menyelesaikan
dengan benar dan tepat waktu. Setiap hari kami dilatih menyelesaikan satu paket
soal reading.
Selanjutnya writing. Jadi soal IELTS itu ada dua macam
writing skill. Pertama adalah interpretasi data dan yang kedua adalah essay
berdasarkan topik yang diberikan. Yang jelas, dalam menjawab itu harus sesuai
dengan topik. Jangan sampai keluar dari topik, kalau memberi contoh juga
harus relevan. Dan tentu saja, grammar menjadi nomor 1.
Yang terakhir speaking. Latihannya ya speaking berdasarkan
topik yang diberikan. Dalam tes IELTS ada 3 tahap speaking. Part 1, kita ditanya
nama, asal, dan seputar kehidupan sehari-hari bisa keluarga, pekerjaan, dan
sebagainya. Part 2, kita akan diberi pertanyaan berdasarkan topik khusus, bisa
tentang politik, ekonomi, belanja, hobby, dan lain-lain. Lalu Part 3, kita akan
ditanya lebih jauh lagi berdasarkan jawaban kita di Part 2, jadi lebih ke opini
atau argumen. Di pelajaran speaking ini, kami dibekali vocabulary terkait
topik-topik yang biasa ditanyakan.
Selain pelajaran inti di atas, kami juga dibekali dengan pengenalan
budaya dari beberapa negara. Belajar tentang culture shock, dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan baik
ketika di kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar