Kamis, 27 September 2018

Diary story 3: Persiapan Bahasa Inggris untuk melanjutkan studi di US (2)

Tibalah saatnya aku berangkat ke Jakarta untuk persiapan Bahasa Inggris. You know, setelah konfirmasi kehadiran hari Jumat sore, aku langsung mencari tahu di mana lokasi kursusnya. Dan aku harus mencari kos-kosan yang dekat dengan tempat kursus tersebut. Well… aku nemu aplikasi yang recommended untuk mencari kos-kosan, namanya Mamikos. Aku sempat melihat beberapa kos-kosan yang dekat dengan tempat kursus. Dari aplikasi itu, aku bisa membuat janji dengan pemilik kosan untuk bertemu. Di situ juga dijelaskan dengan lengkap alamat, pemilik, fasilitas, dll.

Oke, balik ke kursus Bahasa ya. Jadi para calon penerima beasiswa ini harus mengikuti kursus alias pelatihan untuk tes IELTS. Kami dipersiapkan untuk menghadapi Official Test di akhir program. Jadi di pelatihan ini, para peserta dibagi dalam beberapa kelas. Setiap hari kami menerima materi Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Jadwalnya lumayanlah ya, harusnya pelatihan ini paling tidak harus ditempuh dalam waktu 4 bulan (regular, cmiiw) tapi ini dipadatkan menjadi dua bulan saja. Jadilah kelas dimulai dari hari Senin sampai Jumat pukul 08.30 wib s.d 17.00 wib dan hari Sabtu pukul 08.30 wib s.d 13.15 wib.

Pada minggu pertama, masa-masa perkenalan dan kami dibekali dengan tips dan trik bagaimana menghadapi soal IELTS. Yang paling berkesan bagiku adalah menghadapi listening, karena kita diharuskan menyimak dan memprediksi kemungkinan jawaban. Padahal sudah berlatih berkali-kali, tapi tetap saja hasil listeningku jeblok. Hahaha…

Yang kedua reading. Alamak readingnya itu ngga kira-kira, bisa sampai 2 halaman boo… Meskipun demikian, ada lho triknya supaya bisa menyelesaikan dengan benar dan tepat waktu. Setiap hari kami dilatih menyelesaikan satu paket soal reading.

Selanjutnya writing. Jadi soal IELTS itu ada dua macam writing skill. Pertama adalah interpretasi data dan yang kedua adalah essay berdasarkan topik yang diberikan. Yang jelas, dalam menjawab itu harus sesuai dengan topik. Jangan sampai keluar dari topik, kalau memberi contoh juga harus relevan. Dan tentu saja, grammar menjadi nomor 1.

Yang terakhir speaking. Latihannya ya speaking berdasarkan topik yang diberikan. Dalam tes IELTS ada 3 tahap speaking. Part 1, kita ditanya nama, asal, dan seputar kehidupan sehari-hari bisa keluarga, pekerjaan, dan sebagainya. Part 2, kita akan diberi pertanyaan berdasarkan topik khusus, bisa tentang politik, ekonomi, belanja, hobby, dan lain-lain. Lalu Part 3, kita akan ditanya lebih jauh lagi berdasarkan jawaban kita di Part 2, jadi lebih ke opini atau argumen. Di pelajaran speaking ini, kami dibekali vocabulary terkait topik-topik yang biasa ditanyakan.

Selain pelajaran inti di atas, kami juga dibekali dengan pengenalan budaya dari beberapa negara. Belajar tentang culture shock, dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan baik ketika di kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar: