Selasa, 18 September 2018

Diary story 1: Kisah perjalananku ke negeri Paman Sam


Pergi ke Amerika Serikat (US) adalah salah satu impianku dari sejak SMA. Kala itu, ada pameran pendidikan di sekolah dan salah satu partisipannya adalah agency pendidikan ke luar negeri. Aku banyak bertanya tentang bagimana system Pendidikan di US. Entah mengapa US itu sangat menarik perhatianku. Padahal, ibuku tidak pernah mengizinkan aku untuk melanjutkan kuliah ke luar kota (bbwahahaha…). Jadi ya baru sekedar impian saja.

Ketika kuliah, aku pernah berkali-kali mendaftar beasiswa ke US. Singkat cerita, tidak ada satupun seleksi yang lolos, padahal sudah sampai tahap wawancara (hahaha…nasib dah). Sampai lulus kuliah pun impian itu hanya sekedar impian. Sampai aku menikah, ku gantungkan impianku di pucuk pohon cemara bersama burung kutilang yang berbunyi.

Setelah menikah, aku diterima bekerja di sebuah instansi pemerintah. Dan lagi-lagi, kesempatan itu ada, tapi ada saja yang menghalangiku untuk pergi ke luar negeri. Semakin lama, aku sudah tidak peduli dengan impian itu dan menjalani hidup realistis. Kenyataannya, aku punya keluarga yang harus ku urus disamping aku bekerja.

Nasib ternyata berubah. Hal yang selama ini aku impikan dan sudah kubuang jauh entah ke mana, tiba-tiba datang dengan sendirinya. Aku mendapatkan tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri. Antara senang dan bingung, karena mau tidak mau aku harus berangkat. Alamak…sekolah saja aku belum tahu ke mana tujuannya. Belum lagi syarat bahasa yang begitu tinggi. Ditambah otakku yang sudah beberapa tahun vakum dari kegiatan kuliah. Plus bagaimana dengan keluargaku nanti? Haduuuh… Ini rezeki apa ujian sih yaa? Mungki dua-duanya sih.

Banyak sekali yang harus aku lakukan. Mulai dari persiapan bahasa, mencari sekolah, dll. Di postingan selanjutnya, aku akan berbagi cerita bagaimana aku menjalani langkah demi langkah hingga aku menginjakkan kaki di US.

Tidak ada komentar: