Jumat, 16 Desember 2011

PENGELOLAAN HERBARIUM


Bagi dunia ilmu pengetahuan, koleksi herbarium merupakan objek studi utama yang tidak ternilai harganya. Sehingga gedung-gedung penyimpan koleksi itu merupakan bangunan yang megah, dengan tokoh-tokoh kenamaan. Sesuai dengan ruang yang tersedia dalam gedung herbarium, koleksi herbarium baik yang kering maupun yang basah dipisah-pisahkan dan ditata diruang yang tersedia untuk masing-masing takson menurut klasifikasi yang dibuat para ahli dalam lembaga tersebut. Ada ruangan untuk Cryptogamae, Phaneogamae, Algae, Fungi, Bryophyta, pteridophyta, dipisahkan pula antara Gymnospermae dan Angiospermae. Selanjutnya koleksi disusun lagi berdasarkan takson yang lebih rendah dan ditata menurut abjad.

Dalam herbarium-herbarium tertentu, specimen herbarium yang disimpan dimasukkan dalam map/sampul dengan warna yang berbeda-beda, yang masing-masing menunjukkan wilayah geografis asal specimen-specimen tadi. Dengan demikian ini berarti bahwa dari jenis-jenis tumbuhan yang specimen-specimennya tersimpan dalam herbarium itu, tersedia pula informasi mengenai distribusi geografisnya.

Koleksi herbarium basah disimpan dalam ruang tersendiri yang terpisah dari ruang untuk herbarium kering. Penataan dalam ruang diatur seperti dilakukan terhadap koleksi herbarium kering, yaitu dipisah-pisah menurut takson kategori besar, selanjutnya dalam masing-masing takson kategori di bawahnya disusun menurut abjad.

Bila herbarium basah itu meruakan sebagian specimen yang sebagian lainnya diproses sebagai herbarium kering (misalnya, bunga, buah atau organ lain yang terlepas dan dianggap perlu untuk tetap dipertahankan dalam koleksi dalam bentuk herbarium basah), baik nomor urut maupun informasi-informasi yang harus dicantumkan dalam tabel selain yang langsung menyangkut sifat-sifat bahan yang diawetkan secara basah itu sendiri (nama kolektor, data taksonomi, dan lain-lain) harus disesuaikan dengan yang dimuat dalam label pada herbarium kering (Tjitrosoepomo, 1993 dalam Nadhifah dkk., 2010).

Sumber : Nadhifah, A., A. Permatasari, E. Susilowati, Fatimah, R.N Khasanah, U.K Setya, H.E Purwanto, R.C Yuswitahutabarat. 2010. Studi Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi di Museum Etnobotani, Herbarium Bogoriense, Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Laporan Kuliah Kerja Lapangan Taksonomi Tumbuhan. Jurusan Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Tidak ada komentar: