Setelah kemarin saya posting bagaimana pengalaman saya menghadapi ujian psikotes dan wawancara cpns LIPI, Sekarang saya ingin berbagi tips kepada reader untuk menghadapi ujian wawancara khususnya pada seleksi cpns LIPI. Pasti reader yang akan menghadapi tes wawancara, di manapun akan mengalami deg-deg-an. Berpikir mulai dari pertanyaan apa yang akan muncul sampai dengan latihan menjawab pertanyaan pasti reader lakukan. Saya pernah dua kali gagal di ujian wawancara, tapi bukan pada seleksi cpns. Belajar dari beberapa teman yang telah berhasil (komunikasi secara langsung, membaca artikel, dsb.) dan pengalaman kegagalan itu membuat saya "agak lebih tenang" dalam menghadapi ujian wawancara cpns LIPI.
Ujian wawancara sebenarnya bertujuan untuk mengetahui diri kita sebenarnya. Mengingat ini adalah salah satu ujian cpns, pasti pertanyaannya seputar nilai lebih apa yang kita miliki sehingga pantas untuk diterima di formasi yang kita pilih, pengalaman hidup seperti apa yang menjadikan kita menjadi
seperti sekarang, kemudian kontribusi apa yang bisa kita berikan
untuk negara nantinya. Beberapa kualifikasi yang sering menjadi perhatian antara lain
memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, mampu berkomunikasi dengan
baik, mampu bekerja sama dalam tim, dan problem-solver.
Berikut ini beberapa tips dalam menghadapi ujian wawancara cpns LIPI :
1. Bersikaplah yang tenang, apalagi saat menjelang memasuki ruangan. Tidak perlu menghafal daftar pertanyaan, karena ini bukan ujian hafalan. Bersikap otimis dan yakin bahwa reader dapat berhasil menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
2. Berdoa, meminta kelancaran kepada Tuhan selama wawancara berlangsung.
3. Untuk pakaian yang dikenakan, berpakaianlah yang rapi dan sopan. Saat masuk ruang ujian wawancara, reader akan menjadi perhatian bagi para pewawancara. Ingat, "Kesan pertama terhadap diri Anda adalah dari cara berpakaian Anda". Berpakainlah yang pantas, namun tidak usah berlebihan seperti memakai sepatu hak tinggi sampai 10 cm atau dandanan yang menor. Jika kebiasaan reader adalah berpakaian santai dan seadanya, ada baiknya dalam sesi ini reader terlihat lebih formal.
4. Tidak ada salahnya reader menjabat tangan para pewawancara sebelum dipersilakan untuk duduk. Oh ya, gaya dalam berjabat tangan memiliki makna lho. Jabat tangan pewawancara dengan cukup erat, ngga pake lama yaa (hehehe...). Tatap pewawancara saat menjabat tangan, ini menunjukkan bahwa reader bersikap profesional. Untuk yang tidak terbiasa berjabat tangan (karena bukan mahram) cukup berikan sapaan kepada setiap pewawancara.
5. Duduklah dengan tegak dan proporsional. Selama wawancara jangan membungkuk
(kecuali memang kamu punya masalah dengan tulang belakang). Duduk
dengan punggung tegak memberi kesan percaya diri, kuat, dan cerdas.
6. Pahami baik-baik apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Tidak perlu terburu-buru dalam menjawab pertanyaan. Bicaralah dalam nada dan intonasi suara yang positif. Tidak perlu
berorasi seperti orang demonstrasi atau ngotot seperti dalam debat
politisi. Kalau perlu gunakan kalimat positif, kata kerja positif.
Tetapi juga jangan monoton seperti pembaca berita TVRI (wkwkwkwk...). Jawab pertanyaan dengan tempo natural, santai brooo..... Anggap saja sedang mengobrol
dengan orang yang sudah lama kita kenal. Anggapan banyak orang, kalau reader nervous maka semakin cepat bicaranya.
7. Gunakan gerak tubuh sewajarnya. Gerakan tubuh dapat menambah kesan lebih meyakinkan daripada reader hanya duduk sedikit membungkuk dengan wajah datar dan tangan di atas meja. Tangan dan muka sangat membantu untuk mengekpresikan emosi. Tapi jangan sampai tangan bergerak mendahului perkataan, apalagi tangannya seperti dalang yang sedang memainkan wayang.
8. Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan apa adanya dan/atau pengalaman serta pengetahuan reader. Meyakinkan boleh, asal memang adanya begitu. Bukan karena dilebih-lebihkan bahkan hingga menambahkan hal-hal yang sebenarnya itu tidak perlu. Kalau tidak tahu ya jangan ditahu-tahuin... Ingat, ada hasil psikotes di tangan pewawancara yang menjadi bagian dari penilaian pewawancara terhadap reader.
8. Jika tiba-tiba pewawancara mengajukan pertanyaan dalam Bahasa Inggris, jangan langsung shock. Dengarkan dan pahami baik-baik pertanyaannya. Dan dalam menjawab, sekali lagi bersikaplah untuk tetap tenang dan tidak perlu terburu-buru. Diam sejenak untuk mengatur kalimat untuk menjawab. Bersikaplah tetap percaya diri meskipun grammar dan vocab-nya kurang. Jangan sampai reader terlihat panik di depan pewawancara karena merasa sulit untuk menemukan kata yang tepat.
9. Tetaplah tersenyum selama wawancara. Tidak ada yang lebih menegangkan dari percakapan dengan seseorang yang tidak pernah tersenyum.
Selamat mengikuti ujian wawancara dan semoga keberhasilan menyertai reader.
3 komentar:
bermanfaat sekali... terima kasih.. :D
mantap... tidak perlu "Menor"
Makasih bgt bro info nya, sangat bermanfaat buat saya. hehe
Jangan Lupa mampir ke blog EXPO Lowongan Kerja Terbaru ane ya Lowongan Kerja BUMN PT. Pertamina EP
Posting Komentar